Diturunkan bapa manusia ke bumi
kerana bisikan durjana
perantaraannya ialah cinta Adam dan Hawa
cinta yang membuat Adam lupa
lupa pada amaran Allah.
Ditolak Allah korban Qabil juga kerana cinta
cinta dunia dan segala isi yang melalaikan
cinta harta dan kesenangan yang melenakan.
Terjadinya pembunuhan pertama juga kerana cinta
tewasnya Habil di tangan Qabil
penentangan yang nyata terhadap firman Allah
perebutan cinta yang akhirnya ditakluki syaitan.
Hanyut dalam arus cinta lemas dalam gelora nafsu
terbuka segala keaiban
terkulai dalam limbah dosa.
Terlalai jangan terus terleka
jangan jadikan kita boneka sang durjana
bangkit kita pada yang Esa
pulanglah kita ke jalannya.
**UREA**
Wednesday, September 22, 2010
Tuesday, September 14, 2010
PUISI RINDU BUAT TEMAN
untuk teman yg sejati ( ' o,' )
Teman,
Kala diriku terjerat di penjara cinta
Kala hatiku dibaluti kesayuan rindu
Kala sepi berlabuh di dasar kalbu
Kala irama syahdu menemani diri mengisi waktu
Kala menanti kepastian sejuta persoalan
Kau hadir membelai luka
Bingkisan kata menari dihujung jemari
Seakan mengerti bisikan hati.
Kala diriku terjerat di penjara cinta
Kala hatiku dibaluti kesayuan rindu
Kala sepi berlabuh di dasar kalbu
Kala irama syahdu menemani diri mengisi waktu
Kala menanti kepastian sejuta persoalan
Kau hadir membelai luka
Bingkisan kata menari dihujung jemari
Seakan mengerti bisikan hati.
Teman,
Hari berganti hari
Masa berlalu memakan waktu
Kemesraan tersimpul rapi dilayari rindu
Menanti malam menjemput siang
Agar ikatan keikhlasan mengupas persahabatan.
Hari berganti hari
Masa berlalu memakan waktu
Kemesraan tersimpul rapi dilayari rindu
Menanti malam menjemput siang
Agar ikatan keikhlasan mengupas persahabatan.
Teman,
Bunga yang dimiliki orang
Ditaburi warna kekusaman
Begitulah jua..
Suramnya wajah kelakianku
Walau berseri disebalik topeng kedukaan
Jiwa meruntun merayu ketenangan
Bertamu disudut kehidupan
Lipatan rahsia kau kailkan
Lalu terapung tanpa jawapan
Murni jiwamu yang menyentuh perasaan
Keikhlasanmu yang merawat kesedihan
Ingin menyemai nostalgia silam
Agar ikatan membuihkan kemesraan.
Bunga yang dimiliki orang
Ditaburi warna kekusaman
Begitulah jua..
Suramnya wajah kelakianku
Walau berseri disebalik topeng kedukaan
Jiwa meruntun merayu ketenangan
Bertamu disudut kehidupan
Lipatan rahsia kau kailkan
Lalu terapung tanpa jawapan
Murni jiwamu yang menyentuh perasaan
Keikhlasanmu yang merawat kesedihan
Ingin menyemai nostalgia silam
Agar ikatan membuihkan kemesraan.
Teman,
Tanpa kusedar dan tanpa kuduga
Dirimu menanam pohonan cinta
Sedang diriku sudah berpunya
Walau diri diselimuti sengsara
Kini..
Susunan bicara berbaur cinta
Mengungkap istilah sebenarnya
Antara setia dan airmata.
Tanpa kusedar dan tanpa kuduga
Dirimu menanam pohonan cinta
Sedang diriku sudah berpunya
Walau diri diselimuti sengsara
Kini..
Susunan bicara berbaur cinta
Mengungkap istilah sebenarnya
Antara setia dan airmata.
Teman,
Sepi, resah dan duka
Itulah rencah kekosongan hidupku
Tatkala bicaramu sirna di mataku
Senyum dan tawa
Menguntum tanda gembira
Tatkala rancak berbicara
Justeru diriku..
Menyingkap tirai bicara.
Sepi, resah dan duka
Itulah rencah kekosongan hidupku
Tatkala bicaramu sirna di mataku
Senyum dan tawa
Menguntum tanda gembira
Tatkala rancak berbicara
Justeru diriku..
Menyingkap tirai bicara.
Teman,
Andainya puisi ini kau fahami
Andainya jeritan hatiku kau selami
Andainya impianku bisa kau penuhi
Kau tidak berlari mengejar mimpi
Andainya puisi ini kau fahami
Andainya jeritan hatiku kau selami
Andainya impianku bisa kau penuhi
Kau tidak berlari mengejar mimpi
Menghitung hari menanti realiti.
![]() |
| HANIF OTHMAN |
![]() |
| FITORES MUZZ |
Monday, September 13, 2010
SELAMAT HARI LAHIR
AWAN BERARAK CERIA
TIADA TITIS HUJAN
POHON MELAMBAI
TANDA SOKONGAN
KUSUSURI PERJALANAN
BERTEMANKAN SENYUMAN
DI HARI LAHIR MU
KAWAN KU
DEDAUN BEGUGURAN
MENITIKAN KEDEWASAAN
WALAU TANPA MATA & HATI YANG
NAMUN CUKUP UNTUK KU…
SEGAR DAN UCAPAN
SELAMAT HARI LAHIR
IRINGAN DOA KU HULUR
BERSYUKUR KEPADANYA
ATAS NIKMAT USIA
USIA MU IBARAT MUTIARA
TIADA BERGANTI LAGI
HIASKAN IMAN BERSULAM TAQWA
AGAR SEMPAT MENGUCUP
HARUMAN SYURGAWI
**UREA**
Saturday, September 11, 2010
SEPI
Sepi hati terjadi lagi
Mungkin sampai mati aku sepi
Biar senyum hadir di hariku
namun ini hanya ada di bibir
di bibir saja
Aku ini yang bisa mengerti
walaupun yang lain mau mengerti
Namun berat beban hidupku
biarkan saja
Biar saja hanya ku yang tahu
Sejarah cinta dan hidupku
penuh duri dan banyak ranjau
Butuh kesabaran yang penuh
untuk tetap ku berdiri
Mungkin sampai mati aku sepi
Biar senyum hadir di hariku
namun ini hanya ada di bibir
di bibir saja
Aku ini yang bisa mengerti
walaupun yang lain mau mengerti
Namun berat beban hidupku
biarkan saja
Biar saja hanya ku yang tahu
Sejarah cinta dan hidupku
penuh duri dan banyak ranjau
Butuh kesabaran yang penuh
untuk tetap ku berdiri
Oh.. ada saatnya ku bicara
bila hatiku telah bulat
Sepanjang ku bisa atasi semua
aku tetap diam
Woo.. sejarah cinta dan hidupku
penuh duri dan banyak ranjau
butuh kesabaran yang penuh
untuk tetap ku berdiri
Oh.. ada saatnya ku bicara
bila hatiku telah bulat
Sepanjang ku bisa atasi semua
aku tetap diam
Sepanjang ku bisa atasi semua
aku tetap diam
Woo.. sejarah cinta dan hidupku
penuh duri dan banyak ranjau
butuh kesabaran yang penuh
untuk tetap ku berdiri
Oh.. ada saatnya ku bicara
bila hatiku telah bulat
Sepanjang ku bisa atasi semua
aku tetap diam
Thursday, September 9, 2010
RINDU AYAH
Bersimpuh aku di pusara ayah
kemboja-kemboja putih kutaburi
al Fatihah kukirim
bersama siraman air mawar.
Sunyinya hidup tanpa ayah
penunjuk jalan pengingat alpaku
bimbingan ayah tidak mungkin
kulupa walau jasad bercerai roh.
kemboja-kemboja putih kutaburi
al Fatihah kukirim
bersama siraman air mawar.
Sunyinya hidup tanpa ayah
penunjuk jalan pengingat alpaku
bimbingan ayah tidak mungkin
kulupa walau jasad bercerai roh.
Ayah
Sesungguhnyalah
aku menangis sangat lama
Namun aku pendam, agar
tiada siapa pun tahu akan kebenaran
Ayah....
Terimakah titipanku?
yang kukirim saban waktu
istimewa dan khusus untuk
ayah seorang.
Ayah...
berbahagialah di sana
bersama teman-teman
yang pastinya baik-baik
seperti ayah.
Ayah....
selayaknya ayah bersama-sama mereka
yang menjadi kesayangan Allah
yang menjadi kekasih Allah
Tuhan...
layakkah aku
bersama ayah dan teman-temannya
di tempat bahagia yang
dilimpahi rahmat dan barakah
sepanjang masa itu?
aku menangis sangat lama
Namun aku pendam, agar
tiada siapa pun tahu akan kebenaran
Ayah....
Terimakah titipanku?
yang kukirim saban waktu
istimewa dan khusus untuk
ayah seorang.
Ayah...
berbahagialah di sana
bersama teman-teman
yang pastinya baik-baik
seperti ayah.
Ayah....
selayaknya ayah bersama-sama mereka
yang menjadi kesayangan Allah
yang menjadi kekasih Allah
Tuhan...
limpahlah rahmat
bersama barakahMu
kepada dia
ayah yang kukasih.
limpahlah rahmat
bersama barakahMu
kepada dia
ayah yang kukasih.
Tuhan...
layakkah aku
bersama ayah dan teman-temannya
di tempat bahagia yang
dilimpahi rahmat dan barakah
sepanjang masa itu?
Al-Fatihah dari anak2mu
Rosnah,Rohaya,Rosli,Roslan,Rohaida,Ridzuan & Harris
Tuesday, September 7, 2010
PUISIKU UNTUKMU
Bersandarlah kau di bahuku
agar dapat kurasa jua beban hidupmu
Bagilah senyum ceria dan bahagiamu
Agar dapat jua kurasa bahagia itu
Ijinkanku jadikanmu permaisuri hatiku
yang kan menyemai bunga-bunga cinta di sepanjang waktu
Ijinkanku tuk membimbing langkahmu
agar ridho dan barokah Ilahi bersama menyertaimu
Ijinkanku tuk mengusap air mata di pipimu
ketika sedih datang menyambangimu
agar tak lama sedih bergelayut pada dirimu
Ijinkanku membersamaimu
dalam suka dan duka
meniti hari kita bersama
karena rindu ini hajatkan hadirmu disisi...
agar dapat kurasa jua beban hidupmu
Bagilah senyum ceria dan bahagiamu
Agar dapat jua kurasa bahagia itu
Ijinkanku jadikanmu permaisuri hatiku
yang kan menyemai bunga-bunga cinta di sepanjang waktu
Ijinkanku tuk membimbing langkahmu
agar ridho dan barokah Ilahi bersama menyertaimu
Ijinkanku tuk mengusap air mata di pipimu
ketika sedih datang menyambangimu
agar tak lama sedih bergelayut pada dirimu
Ijinkanku membersamaimu
dalam suka dan duka
meniti hari kita bersama
karena rindu ini hajatkan hadirmu disisi...
Saturday, September 4, 2010
AYAH
Ayah
Air mata ini masih setia bermukim
Sendu dan pilu turut kupendam di lubuk rasa
Pun
Setiap kali ingatan singgah pada
Memorimu
Berkocak jua kolam dukaku
Jurai air mata mengiringi doa syahdu
Menadah kedua tangan memohon keampunan
bagimu
Ayah
Pasrahku pada ketentuan Ilahi
Mengambilmu kembali
Kau pergi dalam tenang tidurmu
Syukurku
Dapat menatap sekujur tubuhmu
Melihat helaan nafas terakhirmu
Menyaksikan ombak dadamu terhenti
Kudakap tubuh kakumu Ayah
Kukucup ubunmu yang dingin
Berakhir sudah derita mu
Setelah bertahun tubuh mu terbaring kaku
Namun bibirmu tidak lekang dengan kalimah
'Alhamdulillah' segala kepujian untuk Allah
Tanpa keluhan tanpa kesalan
Ayah
Tunggulah nantikan
Sehingga kita berkumpul semula
Di suatu masa di suatu ketika..
Al-Fatihah untuk ayah tercinta
( Abu Hassan Bin Said )
Air mata ini masih setia bermukim
Sendu dan pilu turut kupendam di lubuk rasa
Pun
Setiap kali ingatan singgah pada
Memorimu
Berkocak jua kolam dukaku
Jurai air mata mengiringi doa syahdu
Menadah kedua tangan memohon keampunan
bagimu
Ayah
Pasrahku pada ketentuan Ilahi
Mengambilmu kembali
Kau pergi dalam tenang tidurmu
Syukurku
Dapat menatap sekujur tubuhmu
Melihat helaan nafas terakhirmu
Menyaksikan ombak dadamu terhenti
Kudakap tubuh kakumu Ayah
Kukucup ubunmu yang dingin
Berakhir sudah derita mu
Setelah bertahun tubuh mu terbaring kaku
Namun bibirmu tidak lekang dengan kalimah
'Alhamdulillah' segala kepujian untuk Allah
Tanpa keluhan tanpa kesalan
Ayah
Tunggulah nantikan
Sehingga kita berkumpul semula
Di suatu masa di suatu ketika..
Al-Fatihah untuk ayah tercinta
( Abu Hassan Bin Said )
Subscribe to:
Comments (Atom)



