Ayah
Air mata ini masih setia bermukim
Sendu dan pilu turut kupendam di lubuk rasa
Pun
Setiap kali ingatan singgah pada
Memorimu
Berkocak jua kolam dukaku
Jurai air mata mengiringi doa syahdu
Menadah kedua tangan memohon keampunan
bagimu
Ayah
Pasrahku pada ketentuan Ilahi
Mengambilmu kembali
Kau pergi dalam tenang tidurmu
Syukurku
Dapat menatap sekujur tubuhmu
Melihat helaan nafas terakhirmu
Menyaksikan ombak dadamu terhenti
Kudakap tubuh kakumu Ayah
Kukucup ubunmu yang dingin
Berakhir sudah derita mu
Setelah bertahun tubuh mu terbaring kaku
Namun bibirmu tidak lekang dengan kalimah
'Alhamdulillah' segala kepujian untuk Allah
Tanpa keluhan tanpa kesalan
Ayah
Tunggulah nantikan
Sehingga kita berkumpul semula
Di suatu masa di suatu ketika..
Al-Fatihah untuk ayah tercinta
( Abu Hassan Bin Said )
No comments:
Post a Comment